Benarkah “IMSAK” (menghentikan sahur 10 s.d. 15 menit sebelum waktu subuh) adalah Bid’ah dan tidak ada tuntunannya ?

๐ŸŒ Majlis Al Hidayah
๐Ÿ“š Kajian Puasa
โœ Ust. H. Soni Parsono
๐Ÿ”ŽBenarkah “IMSAK”
(menghentikan sahur 10 s.d. 15 menit sebelum waktu subuh) adalah Bid’ah dan tidak ada tuntunannya ?
๐Ÿ’กJawaban :
1. Waktu dimulainya berpuasa adalah sejak dimulai masuknya waktu subuh sampai dengan masuknya waktu maghrib
Allah ta’ala berfirman :
ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ูฐ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู
โ€œMakan dan minumlah hingga jelas bagimu benang merah dari benang putih yaitu fajarโ€ (QS. Al-Baqarah:187]
ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูู„ุงูŽู„ุงู‹ ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ู ุจูู„ูŽูŠู’ู„ู ููŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุฃูู…ู‘ู ู…ูŽูƒู’ุชููˆู…ู
โ€œBilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.โ€ (HR. Bukhari no. 623 dan Muslim no. 1092)
ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ููŽุฌู’ุฑูŽุงู†ู ุŒ ููŽุฌู’ุฑูŒ ูŠูุญู’ุฑูŽู…ู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู ูˆูŽุชูŽุญูู„ู‘ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุŒ ูˆูŽููŽุฌู’ุฑูŒ ุชูุญู’ุฑูŽู…ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู (ุฃูŽูŠู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู) ูˆูŽูŠูŽุญูู„ู‘ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู
Fajar ada dua macam: (yang pertama) fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh) dan (yang kedua) fajar yang diharamkan untuk shalat (yaitu shalat shubuh) dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq. (HR. Imam Baihaqi no. 8024, Imam Daruquthni no. 2154)
Dalil diatas mengisyaratkan bahwa selama waktu malam, diperbolehkan untuk makan dan minum serta melakukan hal2 lain sampai batasannya adalah masuknya waktu subuh.
Jadi, IMSAK yang bertujuan sebagai puasa dimulai sejak masuknya waktu subuh.
2. Disunnahkannya untuk IMSAK (menahan dari melakukan sesuatu yang membatalkan puasa) yang berfungsi sebagai kehati-hatian agar ketika waktu puasa tiba, kita benar2 sudah berhenti dari melakukan hal2 yang membatalkan diambil dari Hadits Baginda Nabi Muhammad saw. :
ุนูŽู†ู’ ุฃู†ุณ ุนู† ุฒูŠุฏ ุจู† ุซุงุจุช ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ ุชูŽุณูŽุญูŽู‘ุฑู’ู†ุงูŽ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุซู… ู‚ุงู… ุฅู„ู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ. ู‚ู„ุช: ูƒู… ูƒุงู† ุจูŠู† ุงู„ุฃุฐุงู†ู ูˆ ุงู„ุณูู‘ุญููˆู’ุฑูุŸ ู‚ุงู„: ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ ุขูŠุฉู‹
Daripada Sayyidina Anas meriwayatkan bahwa Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a. berkata: โ€œKami telah makan sahur bersama-sama Junjungan Nabi s.a.w., kemudian Baginda bangun mengerjakan sholat (subuh). Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid: โ€œBerapa lamanya antara azan (Subuh) dengan (berhentinya) waktu makan sahur itu ?โ€ Dia menjawab: โ€œKira-kira sekadar membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097 )
Jadi, tidak benar apabila dikatakan bahwa IMSAK merupakan sesuatu yang bid’ah atau tidak ada tuntunannya. Karena memberhentikan sahur sebelum benar2 masuk waktu subuh adalah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad saw. dan para sahabat.
Bahkan inilah yang diajarkan juga oleh para Ulama rhm.
– Imam Syafi’i
ูˆุฃุณุชุญุจ ุงู„ุชุฃู†ูŠ ุจุงู„ุณุญูˆุฑ ู…ุง ู„ู… ูŠูƒู† ููŠ ูˆู‚ุช ู…ู‚ุงุฑุจ ูŠุฎุงู ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ูุฌุฑ ุทู„ุน ูุฅู†ูŠ ุฃุญุจ ู‚ุทุนู‡ ููŠ ุฐู„ูƒ ุงู„ูˆู‚ุช
Aku menilai sunnah perbuatan pelan-pelan / tidak tergesa-gesa dalam bersahur, selagi tidak sampai pada waktu yang mendekati (fajar/subuh) yang mana dikhawatirkan fajar terbit. (jika terjadi hal demikian) aku senang menghentikan sahur pada saat itu.
(al Umm juz II halaman 105)
– Imam Bukhori sampai membuat Bab sendiri didalam kitab Shohihnya mengenai menghentikan sahur sebelum masuk waktu subuh.
Yaitu :
ุจุงุจ ู‚ุฏุฑ ูƒู… ุจูŠู† ุงู„ุณุญูˆุฑ ูˆุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ
Bab Perkiraan Jarak antara (berhentinya) Sahur dan Sholat Fajar.
– Imam Ibnu Hajar al Asqolani dalam Kitab Fathul Baari Syarh Shohih Bukhori menegaskan :
ู‚ูˆู„ู‡ : ( ุจุงุจ ู‚ุฏุฑ ูƒู… ุจูŠู† ุงู„ุณุญูˆุฑ ูˆุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ) ุฃูŠ : ุงู†ุชู‡ุงุก ุงู„ุณุญูˆุฑ ูˆุงุจุชุฏุงุก ุงู„ุตู„ุงุฉ ุ› ู„ุฃู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุชู‚ุฏูŠุฑ ุงู„ุฒู…ุงู† ุงู„ุฐูŠ ุชุฑูƒ ููŠู‡ ุงู„ุฃูƒู„ ุŒ ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจูุนู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฃูˆู„ ุงู„ุดุฑูˆุน ููŠู‡ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ุฒูŠู† ุจู† ุงู„ู…ู†ูŠุฑ .
Perkataan beliau (Imam Bukhori) dalam bab Perkiraan Waktu antara Sahur dan Sholat Subuh yakni waktu akhir sahur dan dimulainya sholat, karena sesungguhnya maksudnya adalah perkiraan waktu berhenti makan, dan maksud “dengan melalakukan shalat” adalah permulaan mulai shalat, telah menyatakan atas hal itu az zain bin alminbar
3. Munculnya perkiraan waktu 10 s.d. 15 menit
Imam Ibnu Hajar al Asqolani menegaskan dalam Fathul Baari Syarh Shohih Bukhori :
ู‚ูˆู„ู‡ : ( ู‚ุงู„ : ู‚ุฏุฑ ุฎู…ุณูŠู† ุขูŠุฉ ) ุฃูŠ : ู…ุชูˆุณุทุฉ ู„ุง ุทูˆูŠู„ุฉ ูˆู„ุง ู‚ุตูŠุฑุฉ ู„ุง ุณุฑูŠุนุฉ ูˆู„ุง ุจุทูŠุฆุฉ ุŒ ูˆู‚ุฏุฑ ุจุงู„ุฑูุน ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฎุจุฑ ุงู„ู…ุจุชุฏุฃ ุŒ ูˆูŠุฌูˆุฒ ุงู„ู†ุตุจ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฎุจุฑ ูƒุงู† ุงู„ู…ู‚ุฏุฑุฉ ููŠ ุฌูˆุงุจ ุฒูŠุฏ ู„ุง ููŠ ุณุคุงู„ ุฃู†ุณ ู„ุฆู„ุง ุชุตูŠุฑ ูƒุงู† ูˆุงุณู…ู‡ุง ู…ู† ู‚ุงุฆู„ ูˆุงู„ุฎุจุฑ ู…ู† ุขุฎุฑ . ู‚ุงู„ ุงู„ู…ู‡ู„ุจ ูˆุบูŠุฑู‡ : ููŠู‡ ุชู‚ุฏูŠุฑ ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช ุจุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุจุฏู† ุŒ ูˆูƒุงู†ุช ุงู„ุนุฑุจ ุชู‚ุฏุฑ ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช ุจุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูƒู‚ูˆู„ู‡ : ู‚ุฏุฑ ุญู„ุจ ุดุงุฉ ุŒ ูˆู‚ุฏุฑ ู†ุญุฑ ุฌุฒูˆุฑ ุŒ ูุนุฏู„ ุฒูŠุฏ ุจู† ุซุงุจุช ุนู† ุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุงู„ุชู‚ุฏูŠุฑ ุจุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ุ› ุฅุดุงุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุงู„ูˆู‚ุช ูƒุงู† ูˆู‚ุช ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุจุงู„ุชู„ุงูˆุฉ ุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ูˆุง ูŠู‚ุฏุฑูˆู† ุจุบูŠุฑ ุงู„ุนู…ู„ ู„ู‚ุงู„ ู…ุซู„ุง : ู‚ุฏุฑ ุฏุฑุฌุฉ ุŒ ุฃูˆ ุซู„ุซ ุฎู…ุณ ุณุงุนุฉ .
Yang dimaksud dengan “sekadar 50 ayat” yakni waktu yang diperlukan untuk membaca 50 ayat secara wajar, bukan yang panjang tau yg pendek, tidak yang cepat membacanya atau yang lambat.
Kemudian, ulama mutaakhirin menghitung bahwa pembacaan 50 ayat Al Quran ini adalah kurang lebih 10 menit. Sebagaimana fatwa
Daar Ifta Mesir, Syeikh Hasanain Muhammad Makhluf:
ูˆู…ู† ู‡ุฐุง ูŠุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ู„ุง ูŠุฌุจ ุฅู„ุง ู‚ุจู„ ุงู„ุทู„ูˆุน ูˆุฃู† ุงู„ู…ุณุชุญุจ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุงู„ุทู„ูˆุน ู‚ุฏุฑ ู‚ุฑุงุกุฉ ุฎู…ุณูŠู† ุขูŠุฉ ูˆูŠู‚ุฏุฑ ุฐู„ูƒ ุฒู…ู†ุง ุจุนุดุฑ ุฏู‚ุงุฆู‚ ุชู‚ุฑูŠุจุง
Dari sini diketahui bahwasanya imsak itu tidak wajib kecuali sebelum terbitnya fajar, dan bahwasanya yang mustahab (sunnahnya) hendaknya antara sahur dengan terbitnya fajar kira-kira lima puluh ayat, dan hal itu dikira-kirakan kurang lebih 10 menit.
Dalam Kitab Fiqih Madzhab Syafii,
at-Taqriiraat as-Sadiidah fil Masaa-ilil Mufiidahโ€ juz 1 hal 444 menyatakan :
ูˆ ูŠู…ุณูƒ ู†ุฏุจุง ุนู† ุงู„ุฃูƒู„ ู‚ุจู„ ุงู„ูุฌุฑ ุจู†ุญูˆ ุฎู…ุณูŠู† ุขูŠุฉ โ€“ ุฑุจุน ุณุงุนุฉ
“Dan imsak (menahan) dari makan (dan hal2 yang membatalkan puasa) itu disunnahkan sebelum fajar kira-kira seukuran pembacaan 50 ayat atau 15 menit.
4. Kesimpulan
Dari dalil2 diatas, menunjukkan bahwa jarak atau senggang masa antara bersahurnya Baginda Nabi Muhammad saw. dan adzan Subuh adalah kira-kira pembacaan Al Quran 50 ayat.
Inilah yang difahami oleh para ulama sehingga menetapkan kesunnahan berimsak adalah kadar waktu pembacaan 50 ayat Al Quran yaitu 10 s.d. 15 menit.
Inilah yang dimaksudkan sebagai waktu imsak yang disunnahkan sebagai langkah berhati-hati dan mengikut sunnah Baginda Nabi Muhammad saw. Sedangkan imsak setelah masuk fajar (adzan subuh) adalah wajib sebagai rukun puasa.
Wallahu a’lam bis showab
๐Ÿ’Diizinkan untuk menyerbarluaskan artikel ini dengan meng-copy / share secara KESELURUHAN
๐Ÿ“ฉPertanyaan dapat diajukan ke nomor 08112638777 via sms/whatsapp

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*