Benarkah membaca doa “Allohumma laka shumtu” saat berbuka puasa itu berdosa ?

๐ŸŒ Majlis Al Hidayah
๐Ÿ“š Kajian Puasa
โœ Gus Ahmad Rifai
๐Ÿ”ŽBenarkah membaca doa “Allohumma laka shumtu” saat berbuka puasa itu berdosa ?
๐Ÿ’กJawaban :
1. Doa merupakan ibadah yang disunnahkan tanpa terikat oleh tempat, waktu, dan cara khusus.
Allah SWT berfirman :
ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ย ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ย ุงุฏู’ุนููˆู†ููŠ ย ุฃูŽุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ย ู„ูŽูƒูู…ู’
Dan Rabbmu berkata, โ€œBerdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS, Ghafir: 60)
Artinya, dimanapun kita berada, kapanpun, kita diperbolehkan untuk berdoa, bahkan disunnahkan.
Bahkan tidak dilarang untuk berdoa dengan bahasa daerah masing-masing.
2. Benarkah bahwa Hadits “Allohumma laka shumtu” adalah hadits yang dhoif ?
Secara umum, hadits “Allohumma laka shumtu” adalah hadits yang dhoif, tetapi karena ia diriwayatkan lebih dari 2 perawi, maka derajatnya naik menjadi hadits HASAN lighoirih.
Sebagaimana dalam Ilmu Mustholah al Hadits dikatakan :
ูˆุฅุฐุง ู‚ูˆูŠ ุงู„ุถุนูŠู ุจุทุฑูŠู‚ูŠู†ุŒ ุตุงุฑ ุญุณู†ุง ู„ุบูŠุฑู‡
Apabila hadits dhoif diriwayatkan oleh (minimal) 2 perawi, maka ia menjadi hadits HASAN lighoirih.
๐Ÿ–‹1) Hadits “Allohumma laka shumtu”
– ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูุณูŽุฏู‘ูŽุฏูŒุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู‡ูุดูŽูŠู’ู…ูŒุŒ ุนูŽู†ู’ ุญูุตูŽูŠู’ู†ูุŒ ุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงุฐู ุจู’ู†ู ุฒูู‡ู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุจูŽู„ูŽุบูŽู‡ู โ€ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุตูู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชูยป
Sesungguhnya Nabi SAW
ketika berbuka membaca doa: *Allahumma laka shumtu wa โ€˜alaa rizqika afthartu* (HR. Abu Dawud, Al Baihaqi, Ath Thabarany, Ibnu Abi Syaibah)
๐Ÿ–‹2) Ath Thabarany dalam Muโ€™jam as Shaghir (2/133):
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุตูู…ู’ุชู , ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชู
๐Ÿ–‹3) Ath Thabarany dalam Ad Duโ€™รข, hal 286
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุตูู…ู’ุชูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชูุŒ ุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ ู…ูู†ู‘ููŠ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู
๐Ÿ–‹4) Dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (2/344), Ar Rabiโ€™ bin Khutsaim ketika mau berbuka berdoโ€™a:
ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุนูŽุงู†ูŽู†ููŠ ููŽุตูู…ู’ุชู ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู†ููŠ ููŽุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชู
๐Ÿ–‹5) Ulama Madzhab Hanafi, yaitu Imam Fakhruddin Utsman bin Ali az Zailaโ€™i
ูˆูŽู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุฅููู’ุทูŽุงุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒ ุตูู…ู’ุช ูˆูŽุจููƒ ุขู…ูŽู†ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒ ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุช .
Di antara Sunnat adalah ketika berbuka puasa dianjurkan mengucapkan: โ€œYa Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal dan dengan rizki-Mu aku berbuka. (Lihat kitab Tabyinul Haqaโ€™iq Syarah Kanzud Daqaโ€™iq karya Al Imam Az Zailaโ€™i juz 4 halaman 178).
๐Ÿ–‹6) Ulama Madzhab Maliki dalam Kitab Al Fawakih Ad Dawani Ala Risalah Ibni Abi Zaid Al Qirwani karya Syekh Ahmad bin Ghunaim bin Salim bin Mihna An Nafrawi :
ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู†ูŽุฏู’ุจู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู : ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒ ุตูู…ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุช ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ู’ุช ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑู’ุช ุŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู : ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒ ุตูู…ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุช ุŒ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู…ูŽุฃู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽู„ู‘ูŽุชู’ ุงู„ู’ุนูุฑููˆู‚ู ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฑู ุฅู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู .
Dan Sunnat ketika berbuka puasa mengucapkan: โ€œYa Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah dosaku yang lalu dan yang akan datangโ€. Atau mengucapkan: โ€œYa Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allahโ€. (Lihat pada Juz 3 halaman 386).
๐Ÿ–‹7) Ulama’ Madzhab Syafiโ€™i antara lain dikemukakan Al Hafizh Al Imam An Nawawi dalam Al Majmuโ€™ Syarah Al Muhadzdzab:
ูˆุงู„ู…ุณุชุญุจ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุนู†ุฏ ุฅูุทุงุฑู‡ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒ ุตูู…ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุช ู„ู…ุง ุฑูˆู‰ ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ู‚ุงู„ ” ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฐุง ุตุงู… ุซู… ุฃูุทุฑ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽูƒ ุตูู…ู’ุช ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุฒู’ู‚ููƒ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุช .
Dan yang disunnahkan ketika berbuka puasa itu adalah mengucapkan: โ€œYa Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbukaโ€. Berdasarkan Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW itu apabila berpuasa kemudian berbuka membaca โ€œYa Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbukaโ€. (Lihat Al Majmuโ€™ Juz 6 halaman 363).
3. Hadits doa “dzahabad dhomma-u”
ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุธูŽู‘ู…ูŽุฃู ูˆูŽุงุจู’ุชูŽู„ูŽู‘ุชู ุงู„ู’ุนูุฑููˆู‚ู ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ุงู’ุกูŽุฌู’ุฑู ุฅู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡
Dahaga telah sirna, urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala pun telah diraih. (Hadits Hasan riwayat Abu Dawud)
4. Benarkah BERDOSA apabila kita berdoa dengan menggunakan doa yang bersumber dari Hadits yang Dhoif ? (kalau dikatakan “allohumma laka shumtu” itu dhoif, padahal kenyatannya itu hadits hasan)
๐Ÿ“Tidak ada satupun Ulama’ yang mewajibkan bahwa doa itu HARUS bersumber dari Al Quran atau Hadits Shohih sedangkan doa yang tidak dicontohkan oleh Al Quran dan Hadits Shohih adalah berdosa, TIDAK ADA YANG BERFATWA semacam itu.
๐Ÿ“Artinya, kita berdoa sesuai dengan hajat, tanpa dicontohkan di Al Quran maupun hadits pun diperbolehkan dan tetap sunnah.
๐Ÿ“Terlebih, diwaktu berbuka puasa, karena itu adalah waktu yang mustajabah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. :
ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุทู’ุฑูู‡ู ู„ูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู‹ ู…ูŽุง ุชูุฑูŽุฏูู‘
Sesungguhnya setiap orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang mustajab. ย (HR. Ibnu Majah)
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณู„ู…:” ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏูู‘ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ูู…ู’: ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ( ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชูู‘ุฑู’ู…ูุฐููŠูู‘ ูˆูŽุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’)
Tiga orang yang tidak ditolak permohonannya oleh Allah SWT : Orang berpuasa hingga berbuka, Imam yang adil dan orang yang didzolimi.โ€ (HR. Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah)
5. Bahkan para sahabat memiliki doa yang mereka panjatkan ketika berbuka puasa, yang doa berbuka puasa tersebut tidak diajarkan oleh Al Quran dan tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Benarkan kita mengatakan bahwa apa yang dilakukan sahabat berdosa ?
Sayidina โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr bin โ€˜Ash setelah berbuka puasa, beliau membaca doa berikut:
ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ูˆูŽุณูุนูŽุชู’ ูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ููŠู’ ุฐูู†ููˆู’ุจููŠู’
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMU dengan berkat rahmatMU yang meliputi segala sesuatu, tolong ampuni semua dosaku. ย (Riwayat Imam Baihaqi)
Adapun Sayidina โ€˜Abdullah bin Umar bin Khothob setelah berbuka puasa beliau membaca doa berikut:
ูŠูŽุง ูˆูŽุงุณูุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ย ุงูุบู’ููุฑู’ ู„ููŠู’
Wahai Dzat yang Maha Luas ampunanNYA, tolong ampuni aku. ย (Riwayat Imam Baihaqi)
๐Ÿ“Bahkan jika ada yang mengatakan bahwa mengucapkan bahwa membaca doa “allohumma laka shumtu” adalah dosa maka ia sedang membuat BID’AH yang besar. Karena doa tersebut merupakan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. dan dipraktekkan oleh para Ulama’. Maka menganggap orang yang membaca doa tersebut adalah berdosa, merupakan tindakan yang sangat tercela.
๐Ÿ“Mari kita amalkan kedua doa tersebut, dan juga diperbolehkan untuk berdoa sesuai dengan hajat kita masing-masing, TANPA MENYALAHKAN doa yang dilakukan oleh Para Ulama atas Hadits Nabi Muhammad saw.
Wallahu a’lam bis showab
๐Ÿ’Diizinkan untuk menyerbarluaskan artikel ini dengan meng-copy / share secara KESELURUHAN
๐Ÿ“ฉPertanyaan dapat diajukan ke nomor 08112638777 via sms/whatsapp

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*