Terdapat artikel yang menjelaskan bahwa “Minal Aidin Wal Faizin” tidak boleh diucapkan karena tidak bersumber dari Nabi dan mengandung arti yang jelek. Benarkah hal tersebut ?

🌐 Majlis Al Hidayah
📚 Kajian Romadhon
✏ Gus Ahmad Rifai
🔎 Terdapat artikel yang menjelaskan bahwa “Minal Aidin Wal Faizin” tidak boleh diucapkan karena tidak bersumber dari Nabi dan mengandung arti yang jelek. Benarkah hal tersebut ?
💡Jawaban :
1. Kami sungguh heran kepada rekan-rekan kita yang sibuk untuk menghukumi “ucapan” dan “doa”. Karena sesungguhnya doa adalah ibadah yang tidak terikat oleh waktu, tempat, dan cara yang khusus.
📍Sebagaimana firman Allah swt. :
وَقَالَ  رَبُّكُمُ  ادْعُونِي  أَسْتَجِبْ  لَكُمْ
Dan Rabbmu berkata, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Ghafir : 60)
2. Terlebih ucapan yang isinya kebaikan, mengandung doa, serta saling maaf-memaafkan, maka hal ini bernilai ibadah di sisi Allah swt.
📍Sebagaimana firman Allah swt. :
قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan ucapan yang menyakitkan (QS. Al Baqoroh : 263)
📍Kita disunnahkan untuk saling mengucapkan kata-kata yang baik, saling mendoakan, saling memberikan maaf, dan ini bukan merupakan sesuatu yang Bid’ah, karena ini adalah perintah didalam syariat Islam.
3. Di seluruh penjuru dunia, terutama ketika masuk di bulan Ramadhan, mereka senantiasa mendoakan saudaranya setiap bertemu dengan doa dan ucapan yang sangat indah, diantaranya adalah :
رمضان كريم
Romadhoon Kariim. Semoga Romadhon ini menjadi bulan yang penuh berkah.
لنا ولكم
Lanaa wa lakum. Bagi kamu dan bagi kalian.
عيد كريم
Ied Kariim. Hari Ied yang penuh kemuliaan.
عيد مبارك
Ied Mubaarok. Hari Ied yang penuh keberkahan.
عيد سعيد
Ied Sa’iid. Hari Ied yang penuh kebahagiaan.
4. Alasan yang kedua dimana ada rekan kita yang menyalahkan ucapan “minal aidin wal faizin” adalah bahwa doa tersebut mengandung arti yang jelek.
‘Mereka’ mengartikan bahwa
=====
من العيدين
Minal ‘Aidin. ‘Semoga kita kembali.’
Yang dimaksud adalah semoga setelah Romadhon meninggalkan kita, kita kembali malas, semoga kita kembali rajin bermaksiat.
والفائزين.
Wal Faizin. ‘Semoga kita memperoleh kemenangan’.
Pantaskah bagi seorang muslim merayakan kemenangan bahwa Romadhon telah meninggalkan dirinya ? Bukankah kita harusnya bersedih ?
=====
Ingat, itu kata ‘mereka’. Benarkah pendapat tersebut ?
📍Minal Aidin wal Faizin adalah do’a yang memiliki arti yang sangat indah. Akan tetapi sayangnya, diartikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga artinya menjadi ‘ngawur’.
Kalau semua orang boleh mengartikan dengan menggunakan ‘otak-atik’ sendiri, maka semua doa menjadi buruk.
Semisal doa :
تقبل الله منا ومنكم
Semoga Allah menerima apapun yang kami kerjakan dan yang kalian kerjakan.
Kemudian diartikan secara ‘otak atik’
Oo….. berarti artinya bahwa semoga semua maksiat dan kesalahan kita diterima oleh Allah, berarti doa ini adalah doa yang isinya jelek, tidak boleh diamalkan, bla.. bla.. bla..
Maka, yang jelek bukan “DOA”nya tapi yang salah adalah “SAYA” yang salah mengartikan.
Karena ternyata teks komplitnya adalah :
تقبل الله منا ومنكم. صالح أعمالنا وأعمالكم.
Semoga Allah menerima apapun yang kami dan kalian lakukan, yaitu berupa amal sholeh.
📍Begitu juga dengan doa “minal aidin wal faizin” mengandung arti yang sangat indah
Karena teks komplitnya adalah :
جعلنا الله وإياكم من العيدين إلى الفطرة والفائزين بالجنة
Semoga Allah SWT menjadikan kami dan kalian termasuk dari golongan orang yang kembali fitrah dan memperoleh keberuntungan berupa surga.
📍Sangat indah bukan ? Sehingga, yang jelek bukan DOAnya, tapi yang jelek adalah pemahaman yang kurang pas dari orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Wallahu a’lam bis showab
💍Diizinkan untuk menyerbarluaskan artikel ini dengan meng-copy / share secara KESELURUHAN
📩Pertanyaan dapat diajukan ke nomor 08112638777 via sms/whatsapp

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*